Pengenalan tata tertib perpustakaan merupakan salah satu materi penting dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru. Menyelenggarakan pengenalan tata tertib perpustakaan serta prosedur peminjaman buku secara interaktif berfungsi untuk membangun budaya literasi sekolah sekaligus mengedukasi peserta didik mengenai tata cara peminjaman koleksi bahan pustaka secara tertib. Perpustakaan sekolah bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan pusat sumber belajar yang mendukung keberhasilan akademik siswa.
Dalam sesi pengenalan tata tertib perpustakaan selama MPLS, guru pustakawan memberikan penjelasan mengenai aturan dasar yang berlaku di dalam ruang baca. Murid baru diperkenalkan pada kewajiban menjaga ketenangan, merawat kebersihan fasilitas, serta dilarang membawa makanan atau minuman yang dapat merusak koleksi buku. Pemahaman atas aturan ini sangat penting agar seluruh pengguna perpustakaan dapat menikmati suasana belajar yang nyaman dan kondusif.
Prosedur peminjaman dan pengembalian buku dijelaskan secara rinci mulai dari pembuatan kartu anggota perpustakaan, pencarian buku melalui sistem katalog, hingga batas waktu peminjaman. Murid baru juga diajak melakukan simulasi langsung cara meminjam buku menggunakan sistem komputerisasi atau kartu peminjaman manual. Pemahaman mengenai denda keterlambatan dan tanggung jawab atas kerusakan buku ditanamkan sejak dini guna melatih sikap disiplin dan rasa tanggung jawab siswa.
Selain aturan teknis, pengelola perpustakaan juga mengenalkan berbagai fasilitas pendukung lainnya, seperti sudut baca digital (e-library), area diskusi kelompok, dan koleksi pustaka referensi khusus. Kegiatan penyegaran seperti kuis literasi singkat atau tur keliling ruangan dapat diselipkan untuk membuat suasana pengenalan perpustakaan menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan bagi murid baru.
Untuk melengkapi kemeriahan dan penguatan kebersamaan antarpeserta didik baru pada penutupan orientasi, pelajari ulasan kegiatan pentas seni mini antarkelompok murid baru sebagai kegiatan puncak. Penanaman nilai disiplin dan kebiasaan membaca sejak MPLS akan membentuk karakter siswa yang cerdas dan berwawasan luas.
